Sate TAICHAN. Sate taichan is a variation of chicken satay which burned without peanut or ketchup seasoning unlike other satays. It served with sambal and squeezed key lime, while the chicken meat used with this satay generally plain white in colour and only seasoned with salt, key lime, and a little chili. Like other satays, sate taichan is sold at night.

You can have Sate TAICHAN using 7 ingredients and 4 steps. Here is how you cook it.
Ingredients of Sate TAICHAN
- You need 400 gram of dada ayam fillet (saya 250 gram).
- It’s 1 buah of jeruk nipis (saya jeruk lemon).
- It’s 3 siung of bawang putih (saya 1 sdm bubuk bawang putih).
- You need Secukupnya of merica (saya 1 sdt merica bubuk).
- It’s Secukupnya of garam.
- You need Secukupnya of ketumbar (saya ganti 1 sdt oregano).
- It’s of Margarine secukupnya untuk manggang.
Sate ini hanya disajikan dengan sambal dan perasan jeruk nipis, sementara daging sate untuk sate taichan lazimnya berwarna putih polos dan hanya dibumbui garam, jeruk nipis, dan sedikit cabai. Sate ini dijual pada malam hari, lazimnya sate-sate pada umumnya. Penasaran sekaligus memanfaatkan bahan yang ada di kulkas, jadilah sate taichan rasa sendiri meskipun belum pernah mencoba yang dijual diluaran. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate taichan memiliki tampilan daging yang cenderung masih putih.
Sate TAICHAN instructions
Ayam dicuci bersih laly potong ayam kecil-kecil dan ditambahkan semua bumbu termasuk air perasan lemon kemudian diamkan dalam kulkas 30 menit.
Tusuk ayam ke tusukan sate sekitar 3 -4 potong.
Bakar atau panggang diataa pan teflon olesi margarin.
Sate taichan siap dihidangkan. Saya tanpa sambal..
Tak hanya itu, sate ini juga tidak dilengkapi dengan bumbu kacang, melainkan sambal cabai. Uniknya lagi, rasa asin, asam dan pedas menjadi satu dalam hidangan sate yang hanya dibuat dari daging dada ayam ini. Perpaduan rasanya dengan tekstur daging ayam yang lembut ini akan membuat siapa saja. Sate taichan sendiri adalah sate ayam yang dibakar tanpa kecap dan bumbu kacang. Hidangan ini berawal dari pedagang kaki lima di daerah Senayan, Jakarta.